Berita|

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan dan melakukan pengundian nomor urut terhadap partai politik (Parpol) peserta pemilu 2019. Hasilnya, sebanyak 15 parpol nasional telah mendapatkan nomor urutnya masing-masing.

Kendati telah mendapatkan nomor urut, lembaga survei Political Communication Institute (Polcomm Institute) mendapati publik belum mengetahui nomor urut parpol peserta pemilu 2019. “Nomor urut parpol menjadi sangat penting dalam menyusun branding partai politik,” ujar Direktur Polcomm Institute, Heri Budianto dalam rilis survei di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Heri menuturkan, sejak KPU melakukan pengundian nomor urut parpol, maka parpol mulai melakukan sosialisasi nomor urut partai kepada pemilih. Menurutnya, dari survei Polcomm menunjukkan bahwa 74,51 persen publik belum tahu nomor urut parpol.

“Hanya 12,32% yang tahu nomor urut parpol, selebihnya 13,17 merasa ragu-ragu,” katanya.

Dia mengungkapkan, dari hasil survei lembaganya menunjukkan bahwa mayoritas pemilih (lupa/tidak tahu) sebesar 48,50% nomor urut parpol ketika ditanya secara langsung. Sementara itu yang ingat PDI Perjuangan sebesar 11, 12%, PKB diingat 9,84% dan Gerindra diingat 8,21%.

Berikut tingkat pengetahuan publik terhadap nomor urut parpol selain PDIP, PKB dan Gerindra yakni Golkar 8,21%, Demokrat 6,50%, PKS 4,02%, PPP 2,31%, Nasdem 1,88%, Hanura 1,25%, Perindo 0,43%, PAN 0,34%, PBB 0,17%, PSI 0,09%, Garuda 0,09%, Berkarya 0,09% dan lupa atau tidak tahu 48,32%.

Survey Polcomm menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden di 34 Provinsi. Survey dilakukan dengan wawancara langsung secara tatap muka dalam kurun waktu 18 hingga 21 Maret 2018. Tingkat kepercayaan survey sebesar 95 persen dengan margin of error sebesar 2,83 persen.

sumber : sindonews.com

Comments are closed.

Close Search Window