Berita|

Debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) akan berpengaruh terhadap elektabilitas kandidat. Namun, dampaknya tidak terlalu signfikan, karena mayoritas pemilih telah menentukan pilihannya.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Indopolling, Wempy Hadir kepada SP, Senin (7/1). “Setiap debat pasti ada dampak elektabilitas, baik dampak meningkatkan maupun menurunkan elektabilitas, tetapi tidak terlalu signifikan,” katanya.

Menurutnya, saat ini hanya sekitar 20 persen masyarakat yang belum menentukan pilihan. Dari jumlah tersebut, sebagian besar diprediksi tidak akan menggunakan hak pilih. 

Untuk debat pertama dengan tema hak asasi manusia, korupsi, dan terorisme, para kandidat tentu telah memiliki strategi untuk menarik perhatian publik. Capres Prabowo Subianto tentu telah banyak belajar dari debat pada Pilpres 2014, sedangkan Joko Widodo sebagai petahana akan lebih mudah menjelaskan semua yang dipahaminya berkaitan dengan tema debat. 

Pada kesempatan itu, Wempy mengingatkan para kandidat untuk tidak menyerang pribadi masing-masing. Karakteristik masyarakat Indonesia lebih bersimpati terhadap kandidat yang diserang. “Siapa yang diserang, masyarakat bersimpati. Sudah menjadi tipikal masyarakat kita begitu, bersimpati ke orang yang jadi korban. Politik serang-menyerang sangat tidak efektif,” katanya.

sumber : beritasatu.com

Comments are closed.

Close Search Window