Berita|

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dilakukan selama 120 menit. Perinciannya 90 menit untuk segmen debat dan 30 menit untuk jeda iklan. Dalam waktu 90 menit, akan ada pertanyaan dari moderator yang dijawab capres-cawapres dan juga tanya jawab antara kandidat.

“Nanti akan ada pemaparan visi-misi paslon, pertanyaan moderator untuk mendalami visi-misi dan tanya jawab antara kandidat,” kata Ketua KPU Arief Budiman di acara “Pengundian dan Penetapan Penyiaran Debat Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Pemilu 2019” di KPU RI, Jakarta, Rabu (26/12).

Debat capres-cawapres, kata Arief akan dilaksankan di ruang tertutup dan disiarkan secara live oleh media televisi atau lembaga penyiaran sesuai dengan hasil undian. Debat akan menghadirkan tim kampanye masing-masing paslon dan tamu undangan lainnya.

“Kami mengundang audiens dalam jumlah yang disesuaikan dengan kapasitas tempat acara. Kalau dulu pendukung ada 200 orang, sekarang jumlah dibatasi 100 orang saja. Selebihnya, kita undang akademisi, tokoh masyarakat, pemerhati pemilu dan tokoh agama,” ungkap dia.

Dalam waktu 90 menit, kata Arief, media penyelenggara atau televisi relay dilarang memasang iklan berbentuk running teks, banner atau pop up selama 90 menit masa penayangan debat. Iklan yang disiarkan adalah iklan layanan masyarakat yang disiapkan KPU dan iklan kampanye yang difasilitasi oleh KPU.

“Jadi, debat capres-cawapres disiarkan secara langsung dan/atau siaran ulang atau siaran tunda oleh stasiun televisi nasional atau lembaga penyiaran,” pungkas dia.

Rundown Debat
1. Pembukaan oleh KPU: 2 menit
2. Visi-misi dan program paslon: 12 menit
3. Pendalaman visi-misi oleh moderator: 25 menit
4. Kandidat saling bertanya: 20 menit
5. Debat antara kandidat: 25 menit
6. Closing statement: 6 menit

sumber : beritasatu.com

Comments are closed.

Close Search Window