Berita|

Koordinator Lingkar Masyarakat Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menilai, model pertanyaan tertutup dengan terlebih dahulu materi pertanyaan disampaikan kepada kedua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) adalah model yang disepakati bersama. Tidak ada protes atau keberatan dari keduanya.

“Berdasar itu, maka model debat seperti ini dianggap oleh kedua pasangan capres tepat. Artinya, mereka sama-sama merasa diuntungkan dan bisa juga mungkin sama-sama dirugikan,” kata Ray di Jakarta, Senin (7/1).

Ia melihat, tidak ada yang diuntungkan atau dirugikan dari format debat seperti itu. Pihak Jokowi atau Prabowo tentu sudah dengan cermat mengkalkulasi model ini, baik untungnya maupun ruginya.

“?Model ini dipakai dalam lima kali debat. Artinya perhitungannya sudah sangat komprehensif dilakukan oleh kedua kubu. Mungkin dalam satu atau dua tema, model ini merugikan satu pasangan, tapi dalam tema yang lain justru menguntungkannya,” tuturnya.

Menurutnya, sejauh ini publik tidak mendengar adanya protes, sikap menolak atau keberatan atas model yang telah disepakati. Jika ada yang merasa dirugikan tentu ada yang protes. Karena dalam pilpres kali ini, dari masalah yang sepele sampai besar bisa dijadikan bahan “olahan” politik. Keberatan sedikit pun akan jadi bahan perbincangan di masyarakat.

“Sejauh ini belum ada pernyataan atau sikap dari tim Prabowo yang keberatan dengan model ini. Dari sini bisa dilihat bahwa format debat seperti ini memang disetujui kedua pasangan capres. Tentu saja alasan keduanya menyetujuinya adalah karena merasa sama-sama diuntungkan,” tutup Ray.

sumber : beritasatu.com

Comments are closed.

Close Search Window