Berita|

Direktorat Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia mengajak berbagai organisasi masyarakat yang ada di Indonesia untuk senantiasa menjadi mitra Pemerintah dalam memberdayakan dan mengupayakan kesejahteraan masyarakat. Hal ini disampaikan pada Kegiatan Forum Kemitraan Ormas dalam Rangka Peningkatan Kapasitas Kelompok Perempuan, Penyandang Difabel, dan Kelompok Rentan / Marjinal Lainnya yang diselenggarakan di Dynasty Resort, Bali pada hari Senin, 16 September 2016. Dalam forum disampaikan juga bahwa ormas jangan hanya menjadi dan berdiri untuk tujuan mencari penggalangan dana atau ormas proposal “Sejak masa pra kemerdekaan, peran ormas dapat dilihat pada aksiaksinya menginisiasi perubahan bagi bangsa Indonesia. Pergerakan Bangsa Indonesia berawal dari Kebangkitan Nasional yang diinisiasi oleh Ormas di kala itu. Harapannya, keterbukaan akses dan informasi dapat membawa peran ormas lebih maju dan menjadi agen yang menolak radikalisme, dan penyebaran berita palsu yang dapat membawa Bangsa kita dalam kehancuran”, tandas Lutfi dalam sambutannya.

Forum yang turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny Putri Suastini Koster ini dihadiri oleh berbagai Ormas yang ada di Provinsi Bali. Terutama dari perwakilan Ormas perempuan dan penyandang difabilitas. Perwakilan ormas PERTUNI menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kemendagri sebagai Pembina Ormas yang tidak hanya melakukan pemberdayaan terhadap Ormas dengan skala nasional, namun juga memberikan atensi kepada ormas yang memiliki keterbatasan akses, seperti ormas lokal, ataupun yang digerakkan oleh Perempuan maupun kelompok difabel dan kelompok marjinal lainnya.

Dalam sesi narasumber, Kaban Kesbangpol Provinsi Bali mengemukakan cita-citanya untuk menjadikan ormas berperan penting bagi kehidupan sosial masyarakat di Bali. Sehingga, tidak perlu lagi terjadi insiden yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di Bali, yang mengakibatkan terganggunya jalannya perekonomian Masyarakat Bali. “Kedepan, memang Ormas dan Pecalang harus kita berikan pelatihan lebih serius, agar dapat membaur dengan berbagai kelompok dan lapisan masyarakat” tutur Kaban Kesbangpol Bali, I Gusti Agung Ngurah Sudarsana.

Kegiatan yang dihadiri oleh 100 peserta dari berbagai Organisasi Kemasyarakatan di Bali ini juga disampaikan untuk tetap waspada dan peduli dengan lingkungan sekitar. Sebab, Bali merupakan daerah pariwisata yang memiliki akses begitu terbuka dengan berbagai penduduk dari berbagai belahan dunia. Kehadiran Ormas-ormas asing sampai saat ini diidentifikasi telah terdaftar sebanyak 13 ormas di Bali. Namun demikian, peran aktif dari masyarakat dan ormas lokal diharapkan dapat mengawasi ormas asing ini agar tetap sejalan dengan nilai-nilai, serta visi misi pembangunan Bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Comments are closed.

Close Search Window