Berita|

Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudhajid menyebut sejumlah faktor penyebab biaya politik yang mahal. Faktor itu diantaranya pertama akibat budaya dan kepercayaan masyarakat sekarang yang tidak melihat partai politik sebagai alat perjuangan ideologi mereka. Kedua, budaya masyarakat sekarang yang tidak melihat calon legislatif dan calon kepala daerah sebagai wakil atau pahlawan yang akan memperjuangkan aspirasi dan nasib mereka.

Ketiga, lanjut Sodik, sistem pemilihan langsung untuk masyarakat yang belum siap. Keempat, banyak keraguan masarakat akan kejujuran dan independensi KPU sehingga harus memasang saksi di tiap TPS, dan kantor-kantor KPU.

“Saya kira untuk pemilihan gubernur dengan kewenangan terbatas perlu dipikirkan pemilihan dengan sistem perwakilan. Dulu ini rawan money politik sekarang kan sudah ada KPK,” tutur Sodik, Kamis (18/1).

Solusi lainnya, kata Wakil Ketua Komisi VIII D0R RI itu, KPU dan Bawaslu harus benar-benar bersih permainan dan terpercaya sehingga kandidat tidak perlu memasang saksi-saksi yang berlapis dari tiap calon. Selain itu, perlu bantuan khusus kepada partai yang terlibat pilkada untuk biaya kampanye termasuk biaya saksi.

“Perlu edukasi yang intens kepada masyarakat yakni edukasi anti money politics dan kampanye pilih pemimpin bermutu dan bukan memilih pemimpin yang memberi uang. Pengawasan dan sanksi yang tegas dari Bawaslu kepada siapa saja yang melanggar aturan main termasuk yang money politik,” katanya.

sumber : beritasatu.com

Comments are closed.

Close Search Window