Berita|

Ketua Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti menegaskan bahwa isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) jauh lebih bahaya dari politik uang saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) berlangsung.

Hal tersebut disampaikan Ray dalam diskusi Seruan Moral yang diselenggarakan oleh SETARA Institute, Selasa (20/2) di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Ia mencontohkan, isu SARA yang terjadi saat Pilkada DKI kericuhannya terjadi hingga ke ujung Indonesia.

“Tidak ada orang berantem gara-gara politik uang. Tapi isu SARA jelas bukan cuma memecah di mana warga melangsungkan Pilkada tapi juga memecah bangsa,” terang Ray.

Gara-gara isu SARA di Pilkada DKI tahun lalu, kesakitannya masih dipakai hingga hari ini. Dengan begitu, katanya, isu-isu SARA ini dimanapun harus dihentikan.

Pakar Hukum Tata Negara ini mengatakan, saat isu SARA menyeruak, para politisi lebih banyak diam dan pada tingkat tertentu disebutkannya di mana memang mereka menggunakan isu tersebut untuk kepentingan politiknya.

“Mereka yang tidak setuju isu SARA di DKI, tapi di daerah lain itu bisa dipakai juga. Kita harus serukan kepada politisi secara umum untuk isu SARA karena itu hanya membuat Anda menang dan membuat Indonesia terbelah,” terangnya.

Ia mengatakan, para politisi itu diam karena pertimbangan elektabilitas. Sebenarnya, ada orang yang menggunakan SARA tapi disikapi secara permisif. Padahal semestinya menurut Ray, semua partai-partai yang ada marah dan mempunyai komitmen yang sama tidak boleh gunakan SARA.

Namun faktanya, hal tersebut tidak terjadi. Ia mengatakan, mereka permisif dan berteriak-teriak menolak dan jadi korban di satu tempat, tapi jadi pelaku di tempat lain.

sumber : beritasatu.com

Comments are closed.

Close Search Window