Berita|

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengatakan moderator debat bisa meluruskan hal-hal yang dinilai tidak sesuai dengan konteks tema debat calon presiden-wakil presiden yang pertama Kamis (17/1) malam ini.

Pasangan calon diharapkan tetap konsisten membahas tema debat yang sudah ditentukan, yakni korupsi, penegakan hukum, HAM dan terorisme.

“Kan ada moderator yang mengatur lalu lintas debat. Tata tertib debat sudah dikemukakan kepada semua pihak. Tentu saja apabila ada hal-hal yang dirasa keluar konteks, moderator punya kewenangan untuk meluruskan itu,” ujar Wahyu dalam konferensi pers di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Rabu (16/1).

Terkait pertanyaan masalah personal paslon, Wahyu mengatakan, dirinya tidak bisa memastikan paslon tertentu mengajukan pertanyaan demikian pada saat debat.

“Kalau pertanyaannya mungkin atau tidak mungkin, mungkin saja karana pertanyaan yang dibuat oleh kandidat itu yang tahu hanya Tuhan dan kandidat itu sendiri. Jadi mungkin saja itu terjadi,” ungkap dia.

Wahyu mengatakan dalam debat pertama nanti ada empat sesi yang memungkinkan antarkandidat untuk saling berdebat. KPU tidak mengetahui isi pertanyaan para kandidat kecuali pertanyaan yang sudah disusun oleh panelis debat.

“Tentu saja dipersilakan antara kandidat itu bertanya, karena memang dimungkinkan untuk itu. Ada sesi pertanyaan itu dibuat oleh kandidat, diberikan kepada kandidat lain dan kandidat itu dapat merespons atas jawaban sebelumnya,”jelas dia.

Ketua KPU Arief Budiman mengingatkan pasangan capres-cawapres memperhatikan hal-hal yang boleh dilakukan dan hal-hal yang dilarang dilakukan sebagaimana diatur oleh UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Salah satunya, paslon tidak boleh menyinggung soal SARA dan mempersoalkan Pancasila dan UUD 1945.

“Saya berharap masing-masing paslon memperhatikan betul apa yang ditentukan dalam peraturan perundangan. Misalnya, dilarang mempersoalkan Pancasila, UUD 1945, SARA dan seterusnya. Jadi mohon kepada paslon untuk memperhatikan itu,” pungkas Arief.

sumber : beritasatu.com

Comments are closed.

Close Search Window