Berita|

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh elemen bangsa menghindari isu sensitif, khususnya menyangkut suku dan agama, menjelang penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2018.

Indonesia yang terdiri atas beragam suku, agama, dan budaya, pada 27 Juni 2018 akan menyelenggarakan pilkada serentak di 171 daerah.

“Oleh sebab itu, dalam pilkada ini, hal-hal yang berkaitan dengan suku dan agama betul-betul harus dihindari agar jangan terjadi benturan, gesekan,” kata Presiden Jokowi saat berpidato pada peresmian pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi) Tahun 2018 di Jakarta, Selasa (27/3).

Setiap persoalan menyangkut pilkada harus secepatnya diselesaikan agar tidak berlarut-larut dan makin kompleks.
Ia optistis para wakil rakyat yang tergabung dalam Adkasi dapat menjaga dan menciptakan suasana kondusif menjelang hingga pilkada serentak selesai agar perekonomian di negeri ini dapat terjaga baik.

“Saya titip agar suasana aman seperti yang sudah dideklarasikan dijaga agar urusan politik dan ekonomi berjalan normal,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar para pendukung pasangan calon yang akan maju pada pilkada serentak tidak menebarkan berita bohong dan fitnah seiring makin terbukanya penyebaran informasi melalui media sosial (medsos).

“Kita harus tahu, masyarakat kita banyak yang belum siap. Jadi tugas kita bersama, kewajiban kita bersama untuk mengedukasi masyarakat, memberi pemahaman, sehingga kematangan kita dalam politik betul-betul semakin baik. Tidak mempan ditembak hoax, kabar bohong, dan fitnah-fitnah yang tidak baik. Itulah kematangan kita yang inginkan,” Jokowi. 

sumber : beritasatu.com

Comments are closed.

Close Search Window