Berita|

Presiden Joko Widodo menghadiri Harlah ke-20 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dalam sambutannya, Ia menyindir politikus yang sibuk saling mencela tetapi tidak memperhatikan revolusi industri dunia yang semakin maju.
“Kita lihat sekarang, revolusi industri 4.0. Strategi kita hadapi ini seperti apa? Kalau konsentrasi kita masih tadi (saling cela). Kita bisa ditinggal negara lain,” kata Jokowi di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Minggu (22/7).
Jokowi menilai sikap politikus yang sibuk mencela tidak memberikan edukasi yang baik pada masyarakat. Jokowi khawatir jika sifat politisi saling mencela akan menyebabkan masyarakat tidak mendapat sikap kedewasaan berpolitik.
“Jangan sampai, kita sebagai politisi, karena pemilihan bupati, walkot, gubernur, nanti pemilihan presiden, aset persatuan, kerukunan hilang, karena tadi pesta demokrasi setiap lima tahun yang akan terus ada,” imbuh Jokowi.
Ia mengingatkan persatuan menjadi aset utama yang dimiliki Indonesia dalam bersaing di dunia internasional. Untuk itu, Jokowi mengimbau agar  persatuan selalu dijaga dengan baik karena saat ini Indonesia telah kalah bersaing dari negara tetangga dalam bidang ekspor.
“Kita bisa ditinggal negara lain. Negara lain sudah berpikir artificial inteligent, big data, kita masih pada hal yang tadi saya sampaikan. Saya sedih, ekspor kita, sudah kalah. Dengan Singapura sudah kalah, Malaysia kalah, Vietnam juga baru saja kalah. Tidak bisa terus-terusan kalah dari Kamboja, Laos,” tandasnya.
Selain Jokowi, beberapa menteri Kabinet Kerja juga hadir dalam acara tersebut yaitu Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Menhub Budi Karya Sumadi, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menpora Imam Nahrawi, Menaker Hanif Dhakiri, KSP Moeldoko.
Selain itu beberapa politisi hadir dalam acara tersebut yaitu Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Sekjen Nasdem Johny Plate, Waketum PAN Viva Yoga, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dan Wasekjen PDIP Ahmad Basarah.

sumber : kumparan.com

Comments are closed.

Close Search Window