Berita|

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Abhan mengimbau kepada partai-partai politik untuk tidak melibatkan anak-anak dalam kepentingan politik praktis.

Hal tersebut disampaikan Abhan menanggapi adanya temuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tentang 22 kasus kampanye yang melibatkan anak-anak.

“Kami mendorong partai politik peserta pemilu tidak menggunakan anak-anak untuk kepentingan politik praktis,” ujar Abhan di Kantor Bawaslu, Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (8/4).

Ia mengatakan, dalam UU pilkada maupun pemilu tidak diatur di dalamnya soal pelarangan partai politik melibatkan anak-anak dalam kampanyenya.

“Bahwa kami harapkan kepada KPAI, itu dapat diterapkan kepada UU perlindungan anak,” terangnya.

Sebelumnya, KPAI diketahui menemukan 22 kasus eksploitasi anak selama masa kampanye Pilkada 2018 dalam 51 hari masa kampanye. Adapun salah satu bentuk kasus yang ditemukan adalah pelaksanaan kampanye di sekolah yang mengajak anak-anak menyanyikan lagu partai atau pasangan calon.

sumber : beritasatu.com

Comments are closed.

Close Search Window