Berita|

Kota Mamuju, Sulawesi Barat , 5 April 2019

Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan Forum Dialog Pelestarian Bhinneka Tunggal Ika dengan Tema ” Melalui Pelestarian Bhinneka Tunggal ika, Pererat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Forum Dialog dibuka oleh Direktur Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan Direktorat Jenderal Politik Dan Pemerintahan Umum.

Dihadapan 60 peserta terdiri dari unsur paguyuban etnis, ormas, dan generasi muda. Prabaww Menyampaikan bahwa Keberagaman suku, ras, agama, adat istiadat, bahasa dan golongan adalah unsur berdirinya bangsa Indonesia, artinya secara historis sebelum menjadi satu bangsa, masyarakat Indonesia sudah dalam keadaan terdapat banyak perbedaan. Perbedaan yang lain juga dapat dilihat dari letak geografis, sebaran penduduk (wilayah pesisir, pegunungan dan kepulauan) yang mempengaruhi karakter dan pola hidup masyarakatnya. Singkatnya, bangsa Indonesia adalah masyarakat yang memiliki keberagaman yang sangat banyak dan mungkin keberagaman tersebut adalah terbanyak diantara negara-negara di dunia.

Prabawa menyampaikan bahwa Perkembangan saat ini juga menunjukan bawa konflik yang disebabkan oleh gesekan SARA masih sering terjadi. Apalagi setiap menjelang Pemilu, isu-isu SARA masih menjadi bahan untuk memecah belah. Hal ini akibat dari kurangnya pemahaman akan arti pentingnya kesadaran hidup bertoleransi ditengah keberagaman, dan memudarnya jiwa nasionalisme anak bangsa serta semangat menjaga persatuan kesatuan bangsa. Kondisi tersebut sungguh memprihatinkan, terutama dengan keselamatan dan kelangsungan hidup bangsa Indonesia, oleh karena itu diperlukan suatu sikap yang arif dan bijak yakni membangun semangat kebangsaan (nasionalisme) pada semua elemen bangsa Indonesia agar kita mampu hidup bersama dalam suasana aman dan damai ditengah perbedaan.

Sejarah perjuangan bangsa ini membuktikan bahwa politik adu domba yang dipakai penjajah terdahulu, berhasil menguasai bangsa ini selama 3.5 abad lamanya, himbawan untuk kita jangan sampai kita sebagai anak bangsa mau di adu domba lagi, sebagaimana belajar dari pengalaman sejarah pada zaman itu.

Nilai – nilai “Empat Konsensus Dasar Berbangsa dan Bernegara yaitu Pancasila, UUD RI tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI” perlu diinternalisasikan atau bahkan ditransformasikan menjadi nilai-nilai instrumental dan operasional agar mampu menjadi motor penggerak bangkitnya bangsa Indonesia kedepan yang lebih baik.

Lewat momen dialog tersebut Prabawa mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Barat untuk mengambil bahagia dalam Pemilu Serentak Tepat 17 April, bangsa Indonesia akan menyelenggarakan pesta demokrasi yaitu Pemilihan Umum Serempak tahun 2019. Pemilihan Umum kali ini akan menjadi tonggak sejarah dalam kehidupan politik demokratis di Indonesia karena sangat menentukan eksistensi bangsa Indonesia dimasa depan, sehingga harus berjalan dengan sukses artinya disamping terlaksana dengan lancar, tertib, dan aman, tetapi juga langsung, umum, bebas dan rahasia, serta jujur dan adil. Oleh karena itu kami mengingatkan dan mengajak seluruh kita disini dan masyarakat Provinsi Sulawesi Barat yang telah memiliki hak memilih untuk melakukan pencoblosan/memilih pasangan calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden serta wakil-wakil rakyat untuk 5 (lima) tahun kedepan, sesuai dengan keyakinan hati nurani kita masing-masing. “Memilih Pemimpin Dalam Pilpres dan Pileg adalah Hak Setiap Warga Negara Akan Tetapi Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa juga adalah Kewajiban Setiap Warganegara Yang Bertanggung Jawab” Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum cq Direktorat Bina Ideologi, Karakter, dan Wawasan Kebangsaan adalah institusi yang mengemban tugas dan fungsi melaksanakan secara langsung program pembinaan ideologi, karakter, dan wawasan kebangsaan yang berjenjang dari tingkat pusat, provinsi, sampai ke kabupaten / kota dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Bagikan

Comments are closed.

Close Search Window