Berita|

Masyarakat Indonesia akan memilih calon anggota legislatif (caleg) DPR, DPD, DPRD, serta calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) secara serentak pada Pemilu 2019. Keserentakan tersebut menjadi sejarah bagi demokrasi di Indonesia.

“Pemilu serentak ini merupakan yang pertama dilaksanakan di Indonesia. Ini sejarah bagi kita sebagai sebuah bangsa,” kata Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Soedarmo seusai acara Laporan Akhir Tahun 2018 Kemdagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) di Kantor Kemdagri, Jakarta, Rabu (26/12).

Pemerintah kata dia, ingin pileg dan pilpres bisa berjalan damai, aman, sukses, berkualitas, berintegritas, dan bermartabat.

Apabila seluruh harapan itu terwujud, menurut Soedarmo, maka meningkatkan pelaksanaan demokrasi. Hingga sekarang, lanjutnya, demokrasi Indonesia berada pada tiga besar dunia. Tidak menutup kemungkinan Indonesia menjadi negara paling demokratis di seluruh dunia.

Ia menuturkan, Polpum mengadakan pendidikan politik. Hal ini dalam rangka meningkatkan persantase pemilih saat Pemilu. “Persentase yang diharapkan mencapai 77,5 persen. Kita berharap ini bisa terwujud,” tuturnya.

Menurutnya, dibutuhkan kontribusi dari berbagai komponen bangsa, termasuk insan pers. Dengan begitu, pada 17 April 2019, secara keseluruhan masyarakat yang mempunyai hak pilih dapat menggunakan hak suara.

“Satu suara menentukan pemimpin lima tahun ke depan, baik pileg dan pilpres. Kami berharap ada keterlibatan dari seluruh komponen bangsa untuk sukseskan pileg dan pilpres,” demikian mantan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh dan Penjabat Gubernur Papua tersebut.

sumber : beritasatu.com

Comments are closed.

Close Search Window