Berita|

Peneliti ICW Almas Sjafrina menilai bahwa salah satu penyebab terjadinya korupsi yang dilakukan sejumlah kepala daerah adalah mahar politik. Pasalnya, calon kepala daerah harus menggelontorkan anggaran besar agar mendapat tiket dari partai politik.

“Kalau di awal proses pencalonan, kepala daerah sudah mengeluarkan banyak uang untuk membeli SK parpol, maka besar kemungkinan terjadi korupsi terhadap anggaran daerah untuk mengembalikan uang tersebut,” ujar Almas saat konferensi pers di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Timur, Selasa (16/1).

Menurut Almas, mahar politik bisa saja tidak langsung dibayar oleh kandidat, tetapi dibayar oleh pihak lain yang mempunyai kepentingan di suatu daerah. Uang mahar, kata dia, bisa saja ditanggung oleh bandar atau broker pilkada, seperti pengusaha tambang atau sawit.

“Nah, irisan antara korupsi dan pilkada nanti di situ, seperti jual beli izin usaha. Kepala daerah terpilih akan memberikan fasilitas yang mudah bagi pengusaha yang menjadi bandarnya. Semakin tinggi mahar, semakin tinggi pula peluang korupsinya,” tandas dia.

Berdasarkan hasil investigasi ICW dari tahun 2010-2015, sebanyak 215 kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Almas khawatir, pasca Pilkada Serentak 2018, jumlah korupsi kepala daerah bakal meningkat.

“Kita khawatir kasus korupsi bakal meningkat pasca pilkada 2018 karena mahar politik sampai ratusan miliar. Kalau sebelumnya kan, tidak terlalu besar maharnya, tetapi sekarang itu besar sekali,” ungkap dia.

Almas menduga tingginya mahar politik di Pilkada Serentak 2018 karena partai politik menjadi momentum pilkada 2018 untuk mengumpulkan uang untuk pemilu 2019. Apalagi, kata dia jarak antara waktu pilkada 2018 dan pemilu 2019 tidak terlalu lama.

“Jeda waktu antara pilkada 2018 dan pemilu 2019 hanya satu bulan lebih sehingga waktu parpol sangat terbatas untuk menghimpun dana. Karena itu, mereka memanfaatkan pilkada 2018 untuk menghimpun dana dengan cara menjual tiket partai,” pungkas dia.

sumber : beritasatu.com

Comments are closed.

Close Search Window