Berita|

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo menghadiri dan sekaligus menyampaikan sambutan pada acara penutupan Rapat Koordinasi Nasional Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Kemasyarakatan Rasa Sejatining Inti Kamanungsan (Raja Tikam), di Kantor Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (PPSDM) Kemendagri, Yogyakarta, Sabtu (1/12/2018). 

Acara tersebut dihadiri oleh 200 peserta yang didalamnya didominasi anak-anak muda yang terhimpun dalam Ormas Rasa Sejatining Inti Kamanungsan (Raja Tikam). Rakornas ini dilaksanakan sebagai salah satu bagian dalam rangka komunikasi sosial kemasyarakatan dan pembahasan isu–isu strategis bidang keormasan.

Dalam acara tersebut, Tjahjo menyampaikan Ormas Raja Tikam tidak mengarah pada organisasi massa tetapi sebagai organisasi kader. “Organisasi ini diharapkan bisa mengorganisir di antara para anggotanya, lingkungannya dan masyarakat. Organisasi ini di dalamnya diisi oleh para mahasiswa yang dituntut lebih peka terhadap dinamika sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga selalu mengingatkan tantangan bangsa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Pertama, cermati bahaya radikalisme dan terorisnya. Setiap organisasi yang berinteraksi langsung dengan masyarakat wajib mencermati gelagat potensi berkembangnya radikalisme dan ancaman terorisme.

Kedua bahaya narkoba, sebagai generasi muda memiliki tanggung jawab untuk selalu mengingatkan dampak negatif narkoba. Minimal di lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat pada umumnya.

Ketiga, korupsi sebagai tantangan kita dalam pembangunan pusat dan daerah. Keempat, masalah kesenjangan dan ketimpangan sosial.

Tjahjo juga memberikan motivasi penting kepada para Anggota Raja Tikam arti penting dari berorganisasi. “Berorganisasi itu harus ikhlas, harus punya impian, gagasan, ide-ide, program dan konsepsi untuk diaktualisasikan,” jelasnya.
Tidak lupa, Tjahjo juga ingatkan momentum di tahun politik ini. “Sekarang Indonesia sedang dalam proses konsolidasi demokrasi. Pilkada serentak telah usai, sekarang kita dihadapkan pada gelaran Pemilu Serentak 2019. Perlu diperhatikan tingkat partisipasi politik, sosialisasikan kepada lingkungan kita terdekat. Untuk pilihan silahkan sesuai dengan hati nurani masing-masing,” tegasnya.

Terakhir Mendagri Tjahjo juga serukan setiap tahapan pemilu cermati racun yang merusak peradaban demokrasi yakni, politik uang dan politisasi SARA adalah racun demokrasi. Selain itu, Tjahjo juga mengingatkan untuk menghindari kampanye negatif berupa ujaran kebencian, fitnah, hoaks yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

sumber : sindonews.com

Comments are closed.

Close Search Window