Berita|

Hari Kesaktian Pancasila harus dijadikan momentum untuk mengembalikan Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa yang hakiki.

Dengan nilai-nilai luhur yang ada dalam lima silanya, Pancasila sudah terbukti mampu merawat Indonesia sejak merdeka sampai sekarang.

Dengan kembali memperkuat bangsa terhadap pemahaman nilai Pancasila dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari, ke depan Indonesia pasti kuat melawan ancaman intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Bila itu terjadi, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan abadi.

“Jelang hari kesaktian Pancasila 1 Oktober saya mengimbau seluruh bangsa Indonesia untuk kembali menjadikan Pancasila bukan sekadar lima sila yang tertera dalam huruf, tetapi melaksanakan Pancasila sebagai sebuah falsafah hidup dalam kehidupan sehari-hari. Kalau lima sila itu betul-betul dilaksanakan, pasti akan menjadi kekuatan hebat bagi bangsa Indonesia yang majemuk tetapi bersatu,” kata tokoh kebangsaan Lily Chodidjah Wahid di Jakarta, Sabtu (29/9).

Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari itu yakin bila Pancasila dilaksanakan dengan baik, masuknya berbagai ideologi asing seperti radikalisme dan terorisme, otomatis akan terbendung.

Ia menilai, upaya-upaya yang ingin memecah belah Indonesia adalah sebuah setingan internasional yang menginginkan Indonesia menjadi beberapa negara bagian.

Upaya pecah belah itu sudah lama dilakukan, tetapi sampai saat ini tidak pernah berhasil. Konspirasi internasional itu tidak lepas dari keinginan negara-negara asing yang ingin menguasai sumber daya alam Indonesia yang sangat kaya.

sumber : beritasatu.com

]]>

Comments are closed.

Close Search Window