Berita|

Keberadaan pemilih pemula bakal menjadi salah satu penentu mutu pelaksanaan Pilkada 2018. Makin banyak pemilih muda terpilih maka besar kemungkinan peluang terwujudnya pemilihan yang berintegritas.

Menurut anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar keterlibatan aktif dan potensi daya kritis pemilih pemula menjadi modal berharga.“Beberapa hal yang menjadi output dari peran pemilih pemula adalah mampu menumbuhkan kesadaran berpolitik secara dini, menjadi aktor politik dalam lingkup peran dengan status yang disandangnya, memahami hak dan kewajiban politik sebagai warga negara secara baik serta bijak dan mampu menentukan sikap aktivitas politiknya,” kata Fritz dalam acara sosialisasi peran pemilih pemula sebagai pengawas partisipasif menuju Pilkada Kota Palembang yang jujur aman dan bermartabat dalam laman situs Bawaslu, Selasa (27/3/2018).

Menurut Koordinator Divisi Hukum Bawaslu tersebut, pemilih pemula bisa memberikan kontribusi mereka bila menemukan dugaan adanya pelanggaran pemilu, misal di lokasi tempat tinggal mereka. Fritz berharap, pemilih pemula bisa cerdas dengan memilih pemimpin yang memiliki program yang baik, berintegritas dan jujur.

Fritz melanjutkan, pemilih muda selama ini kerap dijadikan obyek politik saja. Dan dimanfaatkan untuk kepentingan penghitungan suara yang berujung tak tercapainya pendidikan politik pada kalangan mereka.

Pemilih pemula menurut Bawaslu merupkan pemilih yang baru pertama kali akan melakukan penggunaan hak pilihnya. Berdasarkan analisis Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) untuk Pilkada 2018, terdapat 10,6 juta pemilih pemula pada pilkada serentak gelombang ketiga tersebut.

sumber : zonalima.com

Comments are closed.

Close Search Window