Berita|

Dalam proses verifikasi partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 yang lalu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), kepengurusan parpol di tingkat pusat dan provinsi mulai menunjukkan keterwakilan perempuan yang cukup baik. Keterwakilan itu tak hanya sebagai pelengkap guna memenuhi persyaratan saja, namun juga diisi oleh tokoh dan kader politik perempuan yang mumpuni di masing-masing parpol.

“Pemerintah optimis pada pelaksanaan Pemilu 2019 peran perempuan dalam bidang politik semakin meningkat,” kata Direktur Politik Dalam Negeri (Poldagri) Direktorat Jenderal (Ditjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dr. Bahtiar, M.Si kepada wartawan di Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Pada pemilu-pemilu yang lalu, jelas Bahtiar, keterwakilan perempuan dalam politik memang jarang mencapai target. Hal itu disebabkan berbagai faktor. Salah satunya, ketidaksiapan parpol dalam mengimplementasikan regulasi keterwakilan perempuan dalam struktur kepengurusan. Namun, kondisi itu kini jauh berbeda.

Faktor lainnya, lanjutnya, masih adanya stigma masyarakat bahwa dunia politik adalah dunianya laki-laki dan perempuan hanya sebagai pelengkap dalam bidang politik. Selain itu, biaya politik yang tinggi, kesadaran perempuan untuk terjun ke dunia politik yang masih rendah serta kesempatan serta gerak langkah bagi perempuan untuk terjun di bidang politik praktis yang masih sulit.

“Keterwakilan kepengurusan dan kader perempuan dalama struktur organisasi parpol saat itu pun masih rendah,” tutur Bahtiar.

Terkait pelaksanaan Pemilu 2019, Bahtiar mengatakan, pemerintah optimis pelaksanaan pemilu mendatang akan berjalan jujur, adil dan aman karena pemerintah telah menyiapkan segala upaya untuk mewujudkan hal tersebut. Mulai dari penyusunan regulasi, pemyelenggara yang berintegritas, peran aktif dari pemerintah dan pemerintah daerah (Pemda) dalam mendukung suksesnya pelaksanaan pemilu serta memberikan bantuan serta fasilitasi pelaksanaan pemilu sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017.

“Serta membangun koordinasi yang baik dengan aparat keamanan dan stakeholder terkait guna menciptakan stabilitas politik dan menjaga kondisi keamanan ketertiban umum tetap kondusif sampai dengan pemilu selesai dilaksanakan,” ujarnya.

sumber : zonalima.com

Comments are closed.

Close Search Window