Berita|

Pemerintah memastikan pencantuman penghayat kepercayaan dalam Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) sudah melalui komunikasi bareng para tokoh agama dan tokoh-tokoh pimpinan majelis agama, sejumlah organisasi penghayat kepercayaan, dan banyak pihak. Upaya itu sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi menyangkut pencantuman penghayat kepercayaan pada dokumen kependudukan digital tersebut.

Hal itu diutarakan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, usai Rapat Terbatas dengan  Presiden Jokowi dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo Rabu (4/4/2018), di Kantor Presiden, Jakarta.

“Jadi dalam waktu 1-2 bulan ini Kemendagri akan melakukan pendataan terhadap mereka-mereka para penghayat kepercayaan ini. Mereka ada di mana saja domisilinya, lalu kemudian sampai memiliki data yang akurat berapa jumlah pastinya dan berada di mana saja,” kata Lukman.

Lukman melanjutkan, pelaksanaan penerbitan KTP-el bagi para penghayat kepercayaan bakal dilakukan pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menambahkan, para menteri yang hadir dalam rapat terbatas tersebut menyepakati soal teknik penulisan bagi para penghayat kepercayaan akan dibuat kolom tersendiri.

“Setelah kolom seperti KTP biasa itu, nama, alamat, dan seterusnya itu, hanya bedanya kata kolom agama itu kemudian bagi mereka diganti dengan kolom kepercayaan, itu saja,” kata Menag.

Pihaknya juga sudah beberapa kali menggelar rapat koordinasi, konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan berkomunikasi secara intensif bareng sejumlah forum kerukunan umat beragama yang menjadi representasi dari majelis-majelis saat membahas masalah pencantuman kolom kepercayaan di KTP-el untuk para penghayat kepercayaan.

sumber : zonalima.com

Comments are closed.

Close Search Window