Berita|

Kementerian Dalam Negeri menyampaikan terima kasih dan penghargaan setingginya pada Komisi Pemberantasan Korupsi yang konsisten dan berkomitmen penuh dalam mencegah praktek korupsi. Program pemilihan kepala daerah (Pilkada) berintegritas yang dikemas dalam pembekalan anti korupsi dan deklarasi laporan kekayaan para calon kepala daerah diyakini bisa mempercepat hadirnya pemerintahan daerah yang bersih dan baik. 

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan itu di acara pembekalan anti korupsi dan deklarasi Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang dihadiri seluruh pasangan calon kepala daerah se-Sumatera Utara (Sumut) di Medan, Selasa (24/4). Menurut Tjahjo, pihaknya juga merasa perlu menyampaikan apresiasi kepada KPU, Pemerintah Provinsi Sumut dan seluruh pasangan calon atas komitmennya  bisa hadir di pembekalan anti korupsi. 

“Kami berharap niatan baik dan semangat ini dapat segera diimplementasikan untuk mewujudkan munculnya pemimpin daerah yang amanah, melayani dan mampu melaksanakan janjinya kepada masyarakat,” kata dia.

Tjahjo juga menekankan, pesta demokrasi di 171 daerah, khususnya di Sumut harus disambut dengan baik dengan menghadirkan praktek-pratek demokrasi yang santun dan beretika. Para calon yang ikut kontestasi diharapkan bisa memberi teladan bagi masyarakat. Pilkada serentak 2018 ini harus menampilkan wajah calon pemimpin yang bersih. Calon pemimpin yang mampu menjaga kompetisi  dengan aman, damai dan tertib.

“Mari kita sukseskan Pilkada dan pemilu, dengan, meningkatan partispasi pemilih, menghindari politik uang, mengedepankan kampanye ide, program, gagasan, bukan hoax atau Sara, dan ujaran kebencian, ” katanya.

Para calon juga dihimbau bisa menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Dan, ia juga mengingat, agar para calon yang terpilih kelak bisa mencermati area rawan korupsi, terutama yang menyangkut perencanaan anggaran, retribusi dan pajak, belanja barang dan jasa, hibah dan bansos, jual beli jabatan dan belanja perjalanan dinas.

“Kami berharap, jika bapak atau ibu terpilih menjadi kepala daerah, komitmen untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dapat diterapkan dengan baik dan sungguh-sungguh,” katanya.

Dengan demikan, lanjut Tjahjo, para kepala daerah terpilih telah menjalankan janji kepada rakyat yang telah memilihnya. Serta janji kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi kesempatan untuk melayani rakyat.

sumber : kemendagri.go.id

Comments are closed.

Close Search Window