Berita|

Untuk memastikan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 berlangsung tertib dan kondusif, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menerbitkan imbauan. Seluruh Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota wajib mempublikasikannya.

Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mempawah, Rudi menjelaskan imbauan yang dikeluarkan Mendagri tersebut merupakan fungsi pembinaan dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Sesuai Pasal 374 dan 375 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 (UU 23/2014) tentang Pemerintahan Daerah.

“Hal itu pun diatur dalam Pasal 18, 68, 133A, 166 UU 10/2016 tentang Perubahan Kedua atas UU 1/2014 tentang Pemilihan Kepala Daerah,” kata Rudi, di ruang kerjanya, Senin (15/1).

Menurut Rudi, Kepala dan Wakil Kepala Daerah diminta berperan aktif mewujudkan Pilkada yang demokratis. Sehingga menghasilkan pemimpin yang mempunyai legitimasi, kompetensi, dan berintegritas. “Patuhi semua regulasi tentang penyelenggaraan Pilkada yang dilaksanakan KPU setempat,” ujarnya.

Pelaksanaan kampanye, tambah Rudi, harus sesuai jadwal yang ditetapkan KPU dengan mengedepankan Kampanye Sehat. Bukan kampanye kampanye hitam, politik uang, fitnah, dan ujaran kebencian. “Penting tidak menyeret-nyeret isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan yang bisa menimbulkan gesekan di tengah masyarakat. Maka diharapkan, para peserta Pilkada lebih mengedepankan konsep, program, dan gagasan yang cerdas,” ungkapnya.

Kemudian, tambah Rudi, seluruh peserta Pilkada harus menjaga stabilitas sosial, politik, dan keamanan. Termasuk menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mendorong peningkatan partisipasi pemilih. “Visi dan misi Calon Kepala Daerah hendaknya selaras dengan program pembangunan daerah dengan kebijakan Nasional,” pesannya.

Berikut sembilan poin imbauan Mendagri selengkapnya: 

  1. Berperan aktif untuk mewujudkan Pemilihan Kepala Daerah yang demokratis. Sehingga menghasilkan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah berlegitimasi, kuat, berkompeten dan beritegritas tinggi.
  2. Mematuhi semua regulasi tentang penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
  3. Melaksanakan rangkaian jadwal kampanye yang ditetapkan KPU setempat, yang mengedepankan kampanye sehat, menghindari kampanye hitam, politik uang, fitnah dan ujaran kebencian, tidak menyentuh isu SARA, mengutamakan konsep, program dan gagasan yang cerdas.
  4. Ikut serta menjaga stabilitas sosial, politik dan keamanan dan menjaga netralitas ASN, serta ikut mendorong peningkatan partisipasi pemilih.
  5. Menyusun visi dan misi Calon Kepala Daerah yang selaras antara pembangunan daerah Kabupaten/Kota dan Provinsi dengan kebijakan Nasional.
  6. Menjaga keamanan, ketentraman dan ketertiban umum, dengan tidak melakukan pawai menggunakan kendaraan di jalan umum, tidak menggunakan tempat ibadah dan tempat pendidikan untuk berkampanye, tidak merusak dan atau menghilangkan alat peraga kampanye, tidak menggunakan fasilitas dan anggaran pemerintah dan pemerintah daerah, serta menghindari kekerasan, ancaman kekerasan atau menganjurkan penggunaan kekerasan kepada perseorangan, kelompok masyarakat dan atau Partai Politik.
  7. Bersikap profesional dengan siap menang dan siap kalah dalam Pemilihan Kepala Daerah.
  8. Menyerahkan sepenuhnya proses pemeriksaan apabila ditemukan pelanggaran dalam Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, kepada lembaga yang ditunjuk dan tidak melakukan aksi protes secara berlebihan, menebar teror, ancaman dan intimadasi kepada penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
  9. Memberikan pemahaman kepada Tim Sukses dan para pendukung atau simpatisan untuk ikut serta menciptakan iklim yang kondusif pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Paling penting, kata Rudi, peserta Pilkada wajib bersikap profesional. Artinya siap menang dan siap kalah terkait hasil Pilkada. “Jika ditemukan adanya pelanggaran, harus diserahkan kepada lembaga berwenang dan tidak melakukan aksi protes berlebihan, menebar teror, ancaman, dan intimidasi kepada penyelenggara Pilkada,” tegasnya.

sumber : netizen.media

Comments are closed.

Close Search Window