Berita|

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo meminta pimpinan 16 partai politik (parpol) untuk berkomitmen membangun integritas di internal partai masing-masing. Ajakan tersebut disampaikan Agus kepada para pimpinan partai saat memberikan sambutan dalam pembukaan Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (4/12).

Dalam rangkaian kegiatan ini, pimpinan 16 parpol menandatangani deklarasi Sistem Integritas Partai Politik (SIPP).
“Mudah-mudahan mereka, Bapak, Ibu pimpinan parpol akan berjanji dan memberikan komitmen tentu saja untuk kebaikan Indonesia,” kata Agus.

Menurut Agus, dibanding negara-negara lain, skor indeks persepsi korupsi (IPK) atau corruption perception index (CPI) Indonesia tumbuh lebih tinggi dibanding negara lain. Pada 1998, skor IPK Indonesia 20 atau paling rendah dibanding negara-negara Asia Tenggara lainnya. Skor tersebut perlahan naik, dan dalam dua tahun ini IPK Indonesia mencapai skor 37. Meski demikian, Agus mengakui skor tersebut belum memuaskan. Terdapat dua sektor yang membuat skor IPK Indonesia stagnan di angka 37, yakni penegakan hukum dan sistem demokrasi yang juga terkait dengan partai politik dan penyelenggaraan pemilihan.

“Hubungannya dengan partai adalah pelaksanaan politik dan demokrasi di Indonesia dinilai belum menggembirakan. Hari ini kami akan dapat komitmen dari partai peserta Pemilu 2019. Mereka akan tegakkan integritas politik di partai masing-masing,” katanya.

Agus menegaskan, komitmen integritas itu bukan instruksi dari KPK kepada para pimpinan partai. SIPP dibentuk melalui kajian KPK bersama akademisi, LSM, dan, juga pimpinan partai. Agus berharap dengan integritas partai politik, demokrasi di Indonesia dapat berjalan dengan lebih baik.

“Ini bukan top down atau didikte KPK, tetapi kajian dari para akademisi, dan masukan dari teman-teman partai. Kami sudah bicarakan ini, terakhir 20 November lalu diharapkan perbaikan demokrasi di negara kita bisa terjadi dengan baik,” katanya. 

sumber : beritasatu.com

Comments are closed.

Close Search Window