Berita|

Pilgub Jatim 2018 sudah dalam hitungan kurang dari 2 bulan.
Melihat hal tersebut, Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo, menginginkan agar Pilkada serentak ini bisa berjalan aman dan terkendali.
Seperti yang diketahui, di Pilgub Jatim 2018 ini, dua pasangan calon sedang bertarung untuk memperebutkan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.
Mereka adalah Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak di nomor urut satu, serta Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno di nomor urut dua.
Tjahjo Kumolo menyadari kalau Pilkada serentak 2018 ini beraroma Pileg (Pemilihan Legislatif) dan Pilpres (Pemilihan Presiden) 2019.
“Politik identitas mulai muncul , saya kira mari mau beda pendapat, partai, pilihan presiden boleh saja, kan nanti ada aturannya,” jelasnya.
Ia mengibaratkan, baik Pilkada, Pileg maupun Pilpres seakan catur, yang masing-masing cara berjalannya memiliki aturan.
Aturan yang dimaksud dalam Pemilu adalah aturan yang sudah diatur oleh KPU, Bawaslu, dan lainnya yang terkait.
Namun, saat ini sedang marak perang tagar yang getol digencarkan oleh beberapa kelompok.
“Jangan kayak di Monas (Jakarta) kemarin, orang boleh mau pakai kaos beda pendapat, tapi jangan maksa, harus ikut, orang punya sikap dan pilihan yang berbeda, hargai dong perbedaan itu,” imbuhnya.
Tjahjo mengatakan, negara Indonesia begitu begitu besar karena kemajemukan dan perbedaan, ada agama, suku golongan, kelompok, pilihan politik.
Jadi jangan sampai ada pergesekan dan pemaksaan yang mengganggu stabilitas pusat dan daerah.

sumber : tribunnews.com

Comments are closed.

Close Search Window