Berita|

Globalisasi merupakan tantangan terbesar yang dihadapi kaum muda Indonesia saat ini. Nasionalisme kaum muda dan eksistensi Pancasila kian tergerus oleh arus globalisasi.

Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Soedarmo mengatakan, Indonesia saat ini mengalami penurunan nasionalisme. Hasil survei Litbang Kompas pada Agustus tahun 2016 menunjukkan sebesar 49,9 persen masyarakat merasakan adanya pelemahan rasa nasionalisme dalam diri bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, dia pun mengajak kaum muda Indonesia untuk bangkit dan membela negara. Syaratnya mereka harus mempunyai rasa cinta Tanah Air dan wawasan kebangsaan. Pemuda sebagai garda terdepan dan penerus bangsa tidak bisa terkotak-kotak hanya karena pandangan politik yang berbeda.

“Mari bersama bergandeng tangan membangun negara sesuai dengan tujuan konstitusi,” kata Soedarmo, saat memberikan pembekalan pada Kursus Kader Pimpinan (Suskapin) Resimen Mahasiswa (Menwa) Indonesia Angkatan XXXVI di Seskoal, Jakarta, Selasa, 20 Februari 2018 lalu.

Tantangan di era globalisasi ini, kata Soedarmo, memang terasa kian berat. Apalagi kaum muda kini hidup di tengah meluasnya gaya hidup hedonisme, tawuran, narkoba hingga meluasnya paham radikalisme di kampus-kampus.

Di sisi lain, jelas Soedarmo, generasi muda merupakan penerus bangsa dan calon pemimpin bangsa di masa depan. Sudah sepatutnya generasi muda mengisi kemerdekaan dengan berprestasi di semua bidang, seperti pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Generasi muda, lanjutnya, harus bisa menjadi agen perubahan, mendorong kemajuan bangsa menghadapi kompetisi global. Kaum muda juga harus belajar untuk terus menumbuhkan rasa memiliki atas bangsa Indonesia.

“Jangan menyia-nyiakan pengorbanan para pejuang salah satunya dengan menunjukkan perilaku dan sikap kita yang berlandaskan karakter wawasan kebangsaan yang dilandasi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI,” ujarnya.

sumber : zonalima.com

Comments are closed.

Close Search Window