Berita|

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, mengimbau penyelenggara Pemilu 2019 menghentikan sementara proses kampanye Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di daerah yang terdampak gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

“Saya imbau Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk tanggap darurat, kampanye untuk sementara disetop dulu ya, supaya bisa konsentrasi dulu membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” ujar Tjahjo saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (1/10).

Demikian pula dengan kerja Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) juga dapat berhenti untuk sementara sambil menunggu proses tanggap darurat bencana terlewati.

Menurut Tjahjo, berdasarkan peraturan perundangan, tahap-tahapan pemilihan umum dapat dihentikan sementara apabila daerah tempat pemilu tersebut berlangsung tak memenuhi syarat. Salah satu faktor yang bisa menghentikan tahapan pemilu adalah bencana alam.

“Pileg dan Pilpres itu bisa ditunda untuk sementara sepanjang daerahnya, misalnya, bencana ya, baik di tingkat TPS, kecamatan, desa maupun kota dan kabupaten,” ujar Tjahjo.

Tidak Bisa

Menanggapi usulan Mendagri itu, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, mengatakan jadwal tahapan kampanye tidak bisa diubah lagi. Sesuai Peraturan KPU (PKPU), kampanye dimulai sejak 23 September 2018 hingga 13 April 2019. “Kalau kemudian KPU diminta untuk menghentikan kegiatan tahapan kampanye, itu hal yang tidak mungkin,” kata Wahyu, di Gedung KPU, Jakarta Pusat.

Wahyu mengatakan tahapan kampanye tidak bisa ditunda lantaran sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. KPU juga tidak bisa menghentikan masa kampanye di daerah terdampak bencana Sulteng. Dia memahami niat baik sejumlah pihak yang mengusulkan penghentian tahapan kampanye selama proses pemulihan pascagempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Namun, dia mengimbau kepada peserta pemilu agar tak menjadikan bencana sebagai panggung politik. “Gempa disertai tsunami itu kan bencana alam, mestinya dilakukan dengan pendekatan kemanusiaan. Sehingga kita juga mengimbau kepada semua peserta pemilu untuk tidak menjadikan bencana alam di Sulteng, juga di tempat-tempat lainnya sebagai komoditas politik,” tandas dia. 

sumber : koran-jakarta.com

]]>

Comments are closed.

Close Search Window