Berita|

Kemendagri melalui Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Menyelenggarakan Forum Dialog Pusat Pendidikan Karakter dan Wawasan Kebangsaanyang Beroperasi Efektif dengan Tema “Penguatan Karakter dan Wawasan Kebangsaan dalam Rangka Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa,” Selasa 22/10/2019

Kegiatan Forum Dialog Tersebut dilaksanakan di Sahid Raya Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan diikuti oleh 75 Orang Peserta diantaranya Instansi Pemerintah Terkait, Tokoh Pemuda, Mahasiswa dan Anggota Menwa, Kegiatan diawali Laporan Ketua Panitia oleh Kasubdit Karakter dan Wawasan Kebangsaan, Hartono,SH dilanjukan Sambutan Pembukaan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum yang diwakili oleh Direktur Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan Bapak Dr. Prabawa Eka Soesanta, S.Sos., M.Si. Sekaligus penyampaian materi. Narasumber lain yang hadir dan turut memberikan Materi Wasbang diantaranya adalah Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman, Bapak Hery Dwikuryanto, Kapus Pengembangan Kompetensi Kepamongprajaan dan Manajemen Kepemimpinan, Ibu Dra.Hj. Erliani Budi Lestari, M.Si dan Dosen Fakultas Filsafat UGM Bapak Dr. Rizal Mustansyir
Dalam sambutan pembukaannya Direktur Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan menyampaikan Nama ”Indonesia” sendiri mulai muncul, ketika Suwardi Suryaningrat atau Ki Hajar Dewantara mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau semasa pembuangannya di Belanda. Puncaknya Indonesia menjadi nama politis dengan menjadi identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan melalui momen Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, merupakan dimana pemuda-pemudi Indonesia menyatakan bahwa nama Indonesia adalah nama tanah air kita. Dengan memiliki 17.504 pulau, 1.340 suku bangsa, 742 bahasa, dan jumlah penduduk terbesar ke 4 (empat) di dunia, Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak luput dari permasalahan bangsa yang perlu dihadapi. Terdapat 3 (tiga) masalah pokok bangsa yang masih harus diselesaikan, yaitu: Ancaman terhadap wibawa bangsa, melemahnya sendi-sendi perekonomian nasional, intoleransi dan krisis kepribadian bangsa. Adapun masalah Eksternal Bangsa yang tidak bisa kita hindari yaitu adanya Proxy War (perang terselubung dengan menggunakan pihak ketiga) bidang Energi, Keuangan, Makanan dan Air. Dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara juga semakin penting untuk dicermati mengingat kuatnya pengaruh kehidupan global yang tidak sepenuhnya sesuai dengan tata nilai bangsa Indonesia. Secara perlahan namun pasti, masuknya nilai-nilai global berpotensi memudarkan rasa kebangsaan, terutama dalam kehidupan generasi muda bangsa Indonesia. Pengaruh ini sulit dicegah sebagai akibat dari kemajuan teknologi komunikasi yang memungkinkan keterbukaan akses informasi dari segala sumber media digital.
Dunia saat ini diwarnai oleh persaingan keras menyangkut kepentingan-kepentingan ideologi bersifat yang bersifat transnasional, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Semuanya itu merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama oleh segenap komponen bangsa. Oleh karena itu, dalam membangun bangsa dan mempersiapkan generasi bangsa Indonesia untuk mampu bersaing dengan bangsa lain, mempertahankan sumber daya alam Indonesia serta mampu bersaing dalam memperebutkan potensi pasar ekonomi di tingkat global, kiranya perlu dibangun wawasan kebangsaan yang tangguh yang dijiwai dan disemangati oleh suatu kesadaran kebangsaan sebagai landasan moral pengabdian bagi generasi bangsa Indonesia tambah Prabawa.

Menyikapi dinamika kebangsaan tersebut setidaknya ada 4 fokus kebijakan terkait yang menjadi titik pokok kita bersama dalam menggalang kemajuan dan menguatkan kebangsaan. Pertama, adalah penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Umum sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang cakupannya meliputi juga pembinaan wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional dalam rangka memantapkan pengamalan Pancasila, termasuk tindak lanjutnya adalah pembentukan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) di daerah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 71 tahun 2012 yang saat ini kita optimalisasi bersama. Pembentukan PPWK di daerah menjadi penting, karena PPWK merupakan sarana kita bersama untuk menguatkan wawasan kebangsaan yang merupakan bagian dari program stategis nasional.
Kebijakan kedua yang menjadi fokus kita bersama adalah Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Berdasarkan payung hukum tersebut Revolusi Mental dilaksanakan dengan menanamkan nilai-nilai Integritas, Etos Kerja dan Gotong Royong kepada seluruh lapisan masyarakat dengan 5 (lima) program Gerakan yaitu Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Mandiri dan Gerakan Indonesia Bersatu.
Ketiga, kebijakan yang perlu mendapat perhatian kita bersama adalah Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2018 tentang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Pembentukan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ini memberikan konsekuensi logis keterkaitan dengan penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Umum dan optimalisasi pelaksanaan pemantapan ideologi Pancasila di daerah. Kebijakan yang menjadi fokus adalah Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Berkenaan dengan kebijakan ini Kemendagri akan segera melakukan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Pendidikan Karakter. Tindak lanjut dalam bentuk arahan teknis ke daerah ini akan menjadi acuan pelaksanaan termasuk pendanaan pendidikan karakter oleh Pemerintah Daerah. Dalam hal ini Kemendagri sebagai pembina pemerintah daerah, meminta daerah mendukung program ini yang diarahkan masuk dalam Tahun Anggaran 2019.
Kesemua kebijakan tersebut, khususnya pembentukan PPWK secara utuh diharapkan dapat mendukung upaya kita bersama untuk mendukung pembangunan karakter dan wawasan kebangsaan sekaligus mempersiapkan Generasi Muda untuk memiliki nilai tambah dalam menghadapi kompetisi global. diakhir Sambutanya Prabawa mengajak Seluruh Peserta Untuk Mendukung mewujudkan Indonesia Maju dengan meningkatkan Wawasan Kebangsaan. “Indonesia Akan Menjadi Bangsa yang Luar biasa Ketika Masyarakatnya Memiliki Kesadaran Berbangsa dan Bernegara sesuai dengan Adat dan Kebudayaan yang mewujudkan jati diri Bangsa Indonesia sendiri tanpa menguikuti kebudayaan luar.”

Comments are closed.

Close Search Window